FIFA mengutus 2 wakilnya untuk menginvestigasi kisruh sepakbola Indonesia. Selain soal dualisme kompetisi, 2 kongres yang bergulir 18 Maret 2012 pun jadi agendanya.Melanjutkan keputusan Komite Eksekutif (Exco) FIFA yang dikeluarkan dalam rapatnya di markas FIFA, Zurich, Swiss, Jumat (30/3), deadline hingga 15 Juni 2012 untuk PSSI menyelesikan dualisme kompetisi diiringi juga dengan pengiriman tim investigasi yang bakal langsung datang ke Indonesia.
Namun, tak hanya soal dualisme kompetisi, sesuai surat FIFA pada Jumat (30/4) yang ditujukkan untuk Sekjen PSSI Tri Goestoro, FIFA akan mengirim 2 wakilnya, Wakil Presiden AFC HRH Prince Abdullah Ibni Sultan Ahmad Shah dan anggota Exco FIFA dan AFC Worawi Makudi, untuk menginvestigasi adanya 2 kongres PSSI yang berbeda namun bergulir dalam hari yang sama, yaitu Kongres Tahunan dan Kongres Luar Biasa (KLB) yang sama-sama bergulir 18 Maret 2012.
Jadi, selain soal dualisme kompetisi, FIFA dan AFC pun telah mengetahui adanya dualisme PSSI. Pertama, PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin yang telah kehilangan kredebilitasnya karena telah dimosi tidak percaya 425 atau lebih dari 2/3 anggota PSSI yang berjumlah 575 dalam Rapat Akbar Sepakbola Indonesia (RASN) pada 18 Desember 2011, dan kedua PSSI pimpinan La Nyalla Mattalitti yang tidak lain adalah tindak lanjut dari mosi tidak percaya lebih dari 2/3 anggota PSSI dalam RASN itu.
Ya, selain memosi tidak percaya kepengurusan Djohar, 425 anggota PSSI itu juga melahirkan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) sebagai Ad-Hoc untuk menyelenggarakan KLB. Dan pada KLB 18 Maret 2012 itulah La Nyalla beserta 10 Exco PSSI terpilih menjadi pengurus PSSI 2012-2016.
Sebagai tindak lanjut dari surat FIFA pada Jumat (30/3) itu, AFC pun telah mengirimkan surat yang ditujukan untuk Sekjen PSSI Tri Goestoro pada Rabu (4/4). Isinya, menginformasikan FIFA dalam waktu dekat akan mengirimkan tim investigasinya untuk menyelidiki maslah yang melanda sepakbola Indoensia sesuai surat FIFA pada Jumat (30/3) itu.
Hal itu tentu jadi kabar baik bagi La Nyalla dkk yang telah melewati KLB sesuai dengan aturan dan Statuta PSSI yang berlaku. Pernyataan Djohar dkk yang selama ini menyebut FIFA dan AFC hanya mengakui adanya PSSI di bawah kepemimpinannya, dengan adanya surat itu terbantahkan dengan sendirinya.

Posting Komentar