Blog 87paz | About Us | Contact | Register | Sign In

Kamis, 12 April 2012

Solusi CEO Premier League Untuk Kompetisi Nasional

"Anda harus menyelesaikan segala perbedaan yang ada."

Chief Executive Officer Premier League, Richard Scudamore, turut hadir di Jakarta bersama rombongan Perdana Menteri Inggris, David Cameron. Sebagai pengelola kompetisi yang disebut paling sukses di dunia, apa solusi Scudamore terhadap dualisme kompetisi di Indonesia?

Pertama, tentu saja Anda harus menyelesaikan segala perbedaan yang ada. Salah satu faktor mengapa Premier League sukses adalah karena kami memiliki sejarah yang panjang. Selain itu, anda harus memiliki struktur sepakbola yang solid dan ramping,” ujar Scudamore, saat mendampingi Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Inggris, David Willetts.

Pria yang menjabat CEO Premier League sejak tahun 1999 ini juga menekankan pentingnya konsistensi dan juga peraturan yang jelas. Meski Premier League terbentuk dari breakaway league pada tahun 1992, kompetisi tertinggi di Inggris ini memiliki struktur yang tidak banyak berbeda dari struktur awal.

Anda harus memiliki peraturan yang jelas dan dipatuhi oleh semua orang. Anda perlu berkompromi dan bekerja sama. Kami sangat diberkati karena struktur dasar Premier League sekarang kurang lebih sama seperti saat kompetisi pertama kali digulirkan pada tahun 1888,” tutur dia.

Meski berstatus breakaway league, Premier League tetap mendapat pengakuan dari FA. Tanpa itu semua, yang terjadi adalah kekacauan.

Kami memiliki liga yang kuat, kami juga memiliki federasi yang kami hormati. Kompetisi berjalan di bawah pengakuan FA dan FIFA. Anda harus berada di dalam organisasi yang resmi, jika tidak yang anda dapatkan adalah kekacauan. Akibatnya, penggemar akan kehilangan minatnya,” ujarnya.

Dengan resep seperti itu, Premier League diakui sebagai kompetisi teratas di daratan Eropa berdasarkan penilaian yang dikeluarkan oleh Federasi Sepakbola Uni Eropa (UEFA) selama lima tahun berturut-turut. Namun, Scudamore mengatakan semua itu adalah hasil kerja keras 20 klub yang bermain di Premier League.

Saya memiliki 20 klub yang sangat mendukung dan membantu saya melewati tantangan berat ini. Mereka lah yang menggelar lebih dari 300 pertandingan tiap musimnya. Mereka sangat berkomitmen dan profesional. Klub lah yang mengatur penonton dan mengatasi semua situasi di lapangan, sementara kami membuat peraturan dan kebijakan,” tandas Scudamore.

Posting Komentar

sport.detik

finance.detik

otomotif.detik

food.detik

Sindikasi welcomepage.okezone.com

Liga Inggris

Liga Spanyol