Gaya permainan Andre Barata santai dan hampir sama dengan pemain Brasil Joao Carlos era pelatih Benny Dollo di tahun 2005 silam. Sihir Andre Barata sangat bagus namun tidak cukup bagus jika digunakan selama 2 kali 45 menit,Sama seperti Joao Carlos. Ketika itu pemain yang dijuluki tukang sihir itu pun hanya bisa dimainkan satu babak, hingga akhirnya dia tidak dipakai oleh pelatih Miroslav Janu di tahun 2007.
Masuknya dua pemain asing plus kemungkinan tambahan satu asing membuat peluang Barata menipis, Sebab saat ini yang dibutuhkan manajemen adalah sosok yang punya kemampuan goal getter yang sangat bagus.
Andre Barata hanya memenuhi kriteria playmaker, padahal di posisi yang sama sudah disesaki pemain lokal.
Tidak dikontraknya Andre Barata juga murni keputusan dari Joko Susilo. "Andre Barata tidak dikontrak karena rekomendasi saya. Meski secara skill dia sangat bagus namun fisik dia kurang dan itu pertimbangan pertama. Yang kedua dia baru saja datang di Indonesia dan hanya bisa menggunakan bahasa Brasil. Karena Marcio sudah pergi, kami sangat kesulitan berkomuniukasi dengan dia" Kata Joko usai memimpin anak buahnya latihan di Gajayana pagi tadi.
Menurut Joko, sudah pengalaman jika pemain yang baru masuk di Indonesia tidak bisa langsung tokcer beradaptasi, "Lihat saja Roman Chmelo, dia baru bagus di tahun kedua, sama seperti Udo Fortune yang bagus ketika bermain di luar Arema di tahun kedua. Nah kondisi sekarang Arema menginginkan hasil cepat untuk mendongkrak posisi tim. Jadi kami mengambil resiko minimal jika mengontraknya" lanjut Joko.

Posting Komentar