
MALANG— Eksistensi tim Arema FC di Indonesian Premier League
(IPL) sedang dalam bahaya.Konflik
yang menyebabkan terbelahnya
tim hingga kini belum ada
penyelesaian dan itu mengancam kiprah Singo Edan. Akhir pekan ini,Arema FC harus melakoni laga derbymenghadapi Persema Malang.Sementara dua tim yang terpecah masih ngotot ingin bermain di pertandingan itu.Tim milik manajemen Ancora hanya memiliki 14 pemain resmi yang terdaftar di PSS,sedangkan tim di pihak Muhammad Nur-Peni Suparto juga berkekuatan hampir sama.Siapa pun yang bertanding,jumlah pemain jelas kurang memadai. Keinginan menambah pemain yang direncanakan Pelatih Arema FC Antonic Dejan tampaknya juga tak bisa dilakukan sesuai angan.Sebab,transfer
windowtahap dua yang sejatinya dibuka pada Kamis (16/2) diundur menjadi Senin (20/2).Dengan begitu,tak ada kesempatan menambah pemain sebelum laga kontra Persema Malang. PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) telah mengirimkan surat itu ke Arema FC yang berkantor di Jalan Jakarta 48 pada Senin (13/2) malam. Anehnya, sebelum surat itu datang,PT LPIS juga mengirimkan surat ke panitia pelaksana (panpel) versi Muhammad Nur- Peni Suparto soal laga tunda kontra Bontang FC. “Ya begitulah LPIS,tidak konsisten alias mencla-mencle.Sangat kelihatan kalau penuh kepentingan.Yang pasti,kami tetap akan mempersiapkan pertandingan menghadapi Persema. Kami siap menempuh jalur apa pun agar bisa tetap bermain di IPL,”ungkap Legal Arema FC dari kubu Ancora,Soesanto. Sikap yang sama ditunjukkan Antonic Dejan yang terus berupaya menggelar latihan untuk persiapan pertandingan pekan ini.Apesnya,dia tidak mempunyai banyak amunisi untuk pertandingan tersebut,karena sejumlah pemain memilih memisahkan diri ke kubu Muhammad Nur- Peni Suparto. Bahkan untuk pemain asing,yang dia miliki hanyalah Roman Chmelo karena tiga lainnya sudah berpindah tim.Noh Alam Shah,Muhammad Ridhuan,dan Esteban Guillen memilih bergabung tim asuhan Milomir Seslija.Walau mempunyai pemain asing yang baru bergabung,Dejan
tak bisa langsung melakukan penambahan sebelum transfer windowdibuka. Dua pemain asing yang direkomendasikan Dejan adalah Marko Krasic (gelandang) dan Dragan Dagutinovic (bek). “Apa pun situasinya,saya akan persiapan tim untuk IPL.Saya mempunyai tanggung jawab di sini dan berusaha melakukan pekerjaan saya,walau kondisi tim sangat tidak menguntungkan,”ungkap Dejan. Krisis pemain tak hanya dirasakan Dejan,tapi juga Milomir Seslija yang dipercaya mengendalikan tim versi Muhammad Nur-Peni Suparto.Walau memiliki tiga pemain asing,Milo terpaksa melatih tim dengan komposisi pemain terbatas dan kemampuan terbatas. Intinya,siapa pun yang akan bertanding, Arema FC sedang dalam bahaya besar. Malah,hingga saat ini juga belum pasti apakah Arema kembali bisa bertanding dengan situasi seperti itu.Walau menghadapi Persema hanya berstatus tim tamu,situasi dualisme kali ini masuk tahap kritis karena kedua kubu tidak mau mengalah. Baik Milo ataupun Dejan sama-sama menghadapi situasi darurat. Terlepas dari konflik yang terjadi,mental pasukan Singo Edansedang dalam kondisi drop setelah kalah beruntun di dua pertandingan terakhir.Moril pemain makin terbenam kala mereka batal bertanding,pekan lalu. Solusi memberikan pengelolaan Singo Edanke pihak ketiga yang netral seperti diusulkan Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI Saleh Mukadar juga belum ada tindak lanjutnya.Baik pihak Ancora maupun Muhammad Nur tampaknya sudah tidak lagi segan untuk bertempur melalui jalur hukum.

Posting Komentar