Blog 87paz | About Us | Contact | Register | Sign In

Rabu, 28 Desember 2011

Yang melawan PSSI di tendang


Setelah sebelumnya Tony Apriliani dan La Nyalla Mattalitti yang angkat bicara soal sanksi pemecatan dari Komite Etik, kali ini Erwin Dwi Budiawan yang mengutarakan suaranya. Erwin, salah satu dari empat anggota Komite Eksekutif yang dipecat karena dinilai melanggar etika, menilai dirinya sudah merasa jadi target untuk dijatuhkan sanksi.

“Karena saya dan tiga orang Exco berseberangan dengan Ketum dan beberapa Exco yang lain, jadi tinggal tunggu waktu saja. Waktu diberi sanksi oleh ‘Majelis Etika’ Selasa kemarin semakin memperkuat keyakinan saya bahwa kami memang ingin ‘dibungkam’ oleh kelompok mereka,” ujar Erwin kepada wartawan, Selasa (27/12/2011) malam.

Seperti diberitakan kemarin, Erwin, Tony, La Nyalla dan Roberto Rouw diberhentikan dari jabatannya sebagai anggota Komite Eksekutif. Keempatnya dinyatakan telah melanggar Statuta PSSI Pasal 36 ayat 5 dan Pasal 42. Serta melanggar Kode Etik dan Fair Play Pasal 6, 9,12 dan 18. Selain Statuta PSSI dan Kode Etik dan Fair Play PSSI, dasar yang juga dipakai adalah Statuta FIFA, Kode Etik FIFA, SK Penyusunan Pengurus dan SK KONI tentang pengukuhan PSSI.

Erwin menilai, jika memperhatikan pasal yang dikenakan kepada mereka sangat absurd dan dipaksakan. Untuk itu, dirinya tidak akan merubah sikapnya walaupun diancam sanksi apalagi diiming-imingi sesuatu.

“Pembelaan saya tidak akan ada gunanya. Mereka tetap akan terus mencari kesalahan saya untuk disanksi, kecuali saya mau bergabung dengan mereka. Saya dan tiga orang Exco lainnya memang sudah ditarget untuk diberi sanksi apabila tidak mau mengikuti kepentingan mereka,” ungkap anak kandung dari Harbiansyah, Ketum Persisam Samarinda tersebut.

Ia lantas mempertanyakan kinerja dari anggota Komite Etik yang ia nilai tidak bijak dalam memutuskan sesuatu. Salah satu yang keputusan yang kurang bijak dari Komite Etik adalah keputusan Komite Etik yang meminta keempat Exco untuk minta maaf kepada Ketua PSSI, Djohar Arifin Husin, jika tak mau diberhentikan dan berjanji tak akan mengulangi kesalahan mereka lagi.

“Di dalam Statuta PSSI/AFC/FIFA atau Kode Disiplin PSSI/AFC/FIFA tidak ada hukuman harus meminta maaf dan kemudian sanksi yg lain dihapus. Hukuman minimal adalah teguran apabila memabg bersalah, bukan minta maaf. Ini kan aneh. Masa orang sekelas mereka menghukum tanpa landasan aturan. Ini sama saja memaksakan kehendak,” ujarnya.

Posting Komentar

sport.detik

finance.detik

otomotif.detik

food.detik

Sindikasi welcomepage.okezone.com

Liga Inggris

Liga Spanyol